Blog

Ta B’nana, Pisang Goreng a La Pontianak

Ta B’nana, Pisang Goreng a La Pontianak

Berita2 comments

Pisang goreng, pasti Anda jelas tahu. Pisang goreng tepung, ah, biasa! Tapi kalau pisang goreng dengan tepung crispy a la restoran fast food Amerika, jelas Anda harus mencicipinya. Yup, pisang goreng crispy ini bisa Anda cicipi di Warung Pisang Goreng Pontianak Ta B’nana.

Memang, Ta B’nana belum lama ada di Jogja. Pisang goreng yang dibuat dengan inspirasi dari fried chicken restoran fast food ini, memang awalnya dibuka di Jakarta . Baru pada September 2006 dibuka cabang Jogja dengan mengambil tempat di Jl. P. Diponegoro 96. Jogja. Pisang yang berbentuk menyerupai kipas ini, memang mempunyai cita rasa yang renyah, tapi lembut dan manis di dalam.

Makan 1 potong pisang goreng ini saja akan membuat Anda merasa cukup. Karena satu buah pisang goreng ini dibuat dari 1,5-2 buah pisang. Dibalut dengan campuran tepung terigu, tepung kanji, tepung beras, air dan sedikit gula. Campuran tepung-tepung inilah yang membuat adonan pembalut pisang terasa crispy. Untuk mendapatkan cita rasa kerenyahan yang maksimal, pisang goreng ini melewati 2 kali proses penggorengan. Yang pertama digoreng di atas api sedang, hingga setengah matang. Di penggorengan kedua yang menggunakan api panas, pisang digoreng hingga matang. Dengan model penggorengan seperti ini juga, pembeli akan selalu mendapatkan pisang dalam keadaan panas. Karena penggorengan kedua akan dilakukan jika sudah ada permintaan.

Siti Maemunah, pengelola pisang goreng Ta B’nana menggunakan pisang kapok untuk pisang goreng crispy-nya. Memang, pisang kepok paling pas untuk diolah jadi pisang goreng. “Kita memilih pisang kepok kuning yang manis, dan mempunyai kadar air yang sedikit. Jadi tidak lembek pisangnya,” ujar Siti ketika ditanya tentang pemilihan pisang kepok untuk pisang goreng crispy-nya. Menurut Siti, pisang-pisang kepok tersebut ia dapatkan dari pemasok di Wates.

Jika yang digunakan pisang kepok, lalu bagaimana bisa dinamakan Pisang Goreng Pontianak? Ternyata nama Pontianak diambil dari daerah asal pendiri Ta B’nana, Pak Eri Ashok, yang berasal dari Pontianak. Selain itu, bentuk pisang goreng yang diiris tipis dan dibentuk menyerupai kipas, adalah cirri dari pisang goreng di Pontianak. Jadi jika membeli, jangan harap Anda akan mendapatkan pisang goreng dengan pisang yang asalnya dari Pontianak .

Meski baru sekitar 3 bulan membuka warung pisang goreng, Siti mengaku omset yang didapatnya sudah lumayan besar. Dalam sehari, Siti bisa menghabiskan 50-70 sisir pisang. Jumlah ini digunakan untuk membuat sekitar 600 pisang goreng. Pada awal Ta B’nana buka di Jogja, Siti sempat menambahkan topping selai strawberry, coklat dan kacang pada pisang gorengnya. Namun, seiring bertambahnya peminat, ia pun kewalahan dan akhirnya menghapus selai dari ‘daftar menu’-nya.

Untuk 1 potong pisang goreng dihargai Rp 2.000,-. Untuk Jogja, selain cabang di Jl, P Diponegoro, Pisang Goreng Pontianak Ta B’nana juga membuka cabang di Jl. Kaliurang. Cabang Ta B’nana juga bisa ditemui di Batam, Mataram, Pekan Baru, Banjarmasin, Semarang, bahkan hingga Malaysia. (opi)

Sumber: TrulyJogja.com

2 Comments
  1. eurika sitompul says:

    tertarik untuk membuka Ta B nana A la Pontianak bagaimana caranya

Leave a Reply